Saturday, September 2, 2017

1:47:00 PM 0

Pencet-pencetan di Kepencet Music Festival


Fourtwnty di Kepencet Music Festival
Kali ini gw akan menceritakan pengalaman nge-gigs di event yang bertajuk Kepencet Music Festival (KMF). Saat pertama tau tentang event ini di media sosial, gw dan istri memang berencana datang karena line-up band-band pengisi acaranya termasuk yang gw dan istri sukai. Acaranya sendiri diadakan pada tanggal 26-27 Agustus 2017 dan bertempat di Gudang Sarinah Ekosistem di daerah Pancoran. Nah salah satu hal yang bikin kami pengen datang juga karena kami belum pernah nge-gigs di Gudang Sarinah. Walau kami tau di tempat itu sering ngadain gigs-gigs keren tapi ya kami belum sempat aja sebelum-sebelumnya datang ke tempat itu.

Singkat cerita, kami akhirnya datang pada hari kedua. Karena hari pertama gw pengen menyaksikan Semifinal Sea Games antara Timnas Indonesia vs Malaysia. Ya walaupun akhirnya Indonesia kalah 1-0 dan tidak berhasil ke Final, dan hal tersebut membuat perasaan gw campur aduk antara marah atau sedih. Okelah cerita tentang Timnas mungkin akan gw ceritakan lain kali aja mungkin ya, he..

e-flyer Kepencet Music Festival

Hari pertama KMF sebenarnya diisi juga dengan band-band yang termasuk favorit gw. Ada Rumahsakit, The SIGIT dan Barasuara. Temen gw di Naiffunclub (NFC), Idrus, datang pada waktu itu. Di grup WhatsApp NFC dia live report situasi di hari pertama tersebut. Sebagai salah satu member komunitas Vespa, Idrus dapat fasilitas gratis masuk ke KMF untuk 2 hari perhelatan acara tersebut. Dari Idrus pula gw mengetahui bahwa bagi pemilik akun Sakuku BCA bisa mendapatkan diskon 50% dari harga tiket yang dijual on the spot yang tadinya seharga 100 ribu Rupiah / orang menjadi 50 ribu Rupiah / orang. Cukup menarik, pikir gw. Karena sebelumnya gw belum punya akun Sakuku BCA, gw pun mencari-cari tau gimana caranya gw bisa punya. Cukup simple sih sebenernya. Tinggal download aja Sakuku BCA di PlayStore. Lalu register pake nomor hp kita yang sering kita gunakan. Lalu isi saldonya di ATM. Tapi pas gw coba top-up saldo Sakuku gw via ATM, gw gak menemukan opsi transfer ke Sakuku. Belakangan pas gw tanya ke CS BCA ternyata harus di ATM yang khusus untuk non-tunai. Dari Idrus pula akhirnya gw tau kalo top-up saldo Sakuku gw bisa melalui mbak-mbak BCA di venue. Okelah kalau begitu pikir gw...gw ngisi saldonya pas di venue aja.

Akhirnya di hari kedua KMF, sesampainya kami di Gudang Sarinah, hal pertama yang kami lakukan adalah mencari mbak-mbak BCA yang Idrus ceritakan agar gw bisa langsung top-up saldo Sakuku gw. Setelah gw ketemu dan gw kasih duit 100 ribu, pas mau di top-up sempet ada trouble tuh. Ntah gimana belum bisa masuk saldo gw. Akhirnya mbak tersebut pergi dulu sebentar ntah kemana mungkin ke booth BCA lainnya. Gak berapa lama kemudian dia kembali lagi dan gw disuruh cek akun Sakuku gw. Benar pulsa gw pun masuk 100 ribu. Langsung gw ke ticket box dan membeli 2 tiket seharga 100 ribu Rupiah. Jadi di akun Sakuku itu ada menu untuk scan barcode yang kita dapatkan di ticket box. Setelah mendapatkan tiket berupa gelang kertas yang dipakai di pergelangan tangan, akhirnya gw dan istri pun masuk ke dalam venue.

Gw sempat membaca di IG-nya KMF, barang-barang apa saja yang boleh dibawa dan tidak. Makanya gw gak ngebawa tongsis gw karena termasuk barang yang dilarang untuk dibawa. Gw pun membiarkan istri gw membawa kamera Canon mirrorless nya karena di info yang gw baca kamera mirrorless boleh untuk masuk ke venue. Sempat sih pas istri gw lewat di security check, panitianya sempat nanya ke panitia yang lain sambil memperlihatkan kamera istri gw, menanyakan apakah kamera tersebut boleh dibawa masuk. Kata panitia yang ditanya, boleh. Ya memang boleh. Akhirnya istri gw pun masuk sambil membawa serta kameranya. 

Jadi panggung di KMF itu ada 2. Satu outdoor dan satu lagi indoor. Untuk pengisi acara utama ditempatkan di panggung indoor. Kami langsung mencari-cari dan bertanya ke salah satu orang di mana letak panggung indoor. Setelah tau, kami pun langsung menuju ke sana karena menurut rundown, sebentar lagi Fourtwnty akan tampil. Benar, tak berapa lama setelah kami masuk ke area indoor. Fourtwnty pun tampil. Sempat berasa aneh juga sih karena acara ini gak pake MC. Tau-tau band pengisi acara muncul aja di panggung. Tapi ya, pikir gw, daripada pake MC tapi MC-nya garing, mendingan gak usah pake MC. Coba MC-nya temen-temen gw di NFC, yaitu si Gilang Gombloh dan Adjis doaibu, atau MC-MC lain yang kurang lebih setipe kayak mereka, mungkin acara ini lebih greget ya.

Gw dan istri saat menunggu Fourtwnty tampil

Oh iya ada kejadian yang gak jelas pas kami lagi nungguin Fourtwnty naik panggung. Jadi gw dan istri udah ambil posisi pas di depan panggung, di depan pagar barikade. Kanan dan kiri kamipun sudah banyak penonton. Begitu juga di belakang kami. Suasana santai-santai aja saat itu. Penonton saling mengobrol sambil menunggu Fourtwnty. Gw pun ngobrol santai dengan istri gw. Eh tiba-tiba ada security yang menepuk gw meminta agar gw menjauhi pagar barikade, agak mundur sedikit ke belakang. Gak hanya gw dan istri aja tapi penonton lain yang posisinya pas di belakang pagar barikade disuruh mundur ke belakang sekitar satu langkah. Gw kurang jelas security itu ngomong apa karena backsound di dalam venue cukup kencang. Gw pikir dia bilang kami gak boleh deket-deket pagar barikade karena takut pagarnya roboh. Sontak gw bilang, "ah nggak kok ini pagernya kuat kok", kata gw sambil mendorong-dorong pagar barikade yang memang kokoh. Lalu dia ngomong ntah apalagi yang gw kurang jelas, sempat gw tangkap bahwa posisi di depan barikade dikasih space untuk fotografer acara dan media. Pikir gw, mana ada fotografer dan media ambil tempat di area penonton. Yang ada tuh mereka di dalam barikade, di depan panggung. Sambil mikir keheranan gw pun kasih jalan ke security itu sambil ngeliat dia jalan ke arah kanan gw ngambil space penonton lainnya agar mundur selangkah menjauhi pagar. Terdengar para penonton di samping dan belakang gw bergumam tentang kelakuan security itu. Gak berapa lama kemudian gw tarik tangan istri gw agar kami kembali mendekati pagar. Penonton di samping-samping kamipun juga melakukan hal yang sama. Mungkin pikiran kami semua saat itu sama, maksud dari Security itu nyuruh kami mundur tadi apa ya...hihihi...

Yasudlah...lupakan saja.. Karena sekarang saatnya Fourtwnty naik panggung. Gw suka dengan konsep panggung mereka. Selalu menaruh 3 buah gelas jadul di atas sebuah meja kecil, dan menaruh satu gitar yang konon milik salah satu personil mereka yang tidak pernah mau untuk tampil manggung, jadi hanya di belakang layar saja. Sebuah filosofi yang unik. Memulai dengan lagu Diam-diam Kubawa 1, diikuti dengan lagu-lagu lainnya seperti Aku Bukan Binatang, Argumentasi Dimensi, Aku Tenang, Zona Nyaman, Hitam Putih, dan ditutup dengan Fana Merah Jambu, membuat penonton pun bernyanyi bersama. Situasi yang sama pada setiap kali gw melihat aksi panggung Fourtwnty. Semua pun senang. Di akhir show, gitaris Fourtwnty yaitu Nuwi melemparkan picknya ke arah penonton. Tidak terlalu jauh, sempat diperebutkan oleh penonton di sekitar kami. Hingga akhirnya pick itu jatuh ke lantai dan istri gw melihatnya. Karena gak ada penonton lain yang ngeh, istri gw pun mengambil pick itu dan memberikannya ke gw. Hehe lumayan..  

Setelah Fourtwnty, acara break dulu sekitar 30 menit untuk break Maghrib. Banyak penonton yang keluar dulu namun gw dan istri memilih tetap di dalam karena takut nanti kehilangan posisi di depan panggung, sebab setelah break Maghrib yang akan tampil adalah salah satu band favorit kami lainnya yaitu Stars and Rabbit. Sempat sih gw keluar untuk membelikan istri gw minuman karena dia kehausan, tapi setelah gw keluar dan gak dapet minuman yang dicari gw pun masuk lagi ke dalam venue indoor untuk ngasih tau istri gw. Pas mau masuk lagi ke dalam itu, gw kan maen masuk aja. karena gw pikir gw gak diperiksa lagi. Eh gw sempet dipanggil gitu sama security. Dia nanya gw udah diperiksa belum. Gw bilang aja kalo tadi gw udah masuk dari dalam gw keluar dulu, Trus gw bilang kalo mau periksa yaudah periksa aja, sambil gw buka tas gw. Dia nanya gw bawa rokok gak. Gw bilang kagak, gw gak ngerokok. Akhirnya gw pun dibolehkan masuk ke dalam. 
Sampe dalam gw bilang istri gw. Tapi karena istri gw masih kehausan, akhirnya gw pun keluar lagi nyari minuman apa aja yang deket-deket venue indoor. Dapetlah es teh manis di salah satu booth. Gw pun masuk lagi ke dalam area indoor, tapi gw gak diperiksa lagi tuh. 

Akhirnya kami pun menunggu Stars and Rabbit naik panggung. Area Indoor masih belum terlalu ramai karena sebagian penonton masih pada makan dan minum di luar. Tau-tau gitaris Stars and Rabbit, Adi Widodo, muncul di atas panggung. Diikuti dengan lengkingan khas Elda, menandakan sesaat lagi aksi panggung Stars and Rabbit akan dimulai. Dua lagu pertama, area indoor masih belum terlalu ramai. Masuk ke lagu ketiga, baru deh penonton yang dari luar mulai masuk dan memenuhi venue. Tampil membawakan lagu-lagu hits mereka seperti Worth It, Catch Me, The House dan Man Upon The Hill, Stars and Rabbit seperti biasa memukau kami para penonton yang terkesima melihat aksi mereka. Terbukti dari applause para penonton saat mereka mengakhiri setlist malam itu.

Stars and Rabbit
Setelah itu, gw dan istri keluar sebentar untuk mengisi perut. Sempat kami hendak keluar ke arah kantin yang di dekat ticket box, namun saat di pagar security check, kami tidak diperbolehkan keluar, karena menurut mereka, peraturan melarang penonton yang sudah masuk ke dalam venue untuk tidak boleh keluar lagi. Akhirnya kami pun mencari makanan di area outdoor. Setelah berkeliling ke sana ke mari, gw memutuskan untuk makan pecel aja. Kirain harganya standar gitu ya, pas gw tanya harganya berapa, ternyata satu porsi seharga 40 ribu, kalo pake telor 50 ribu. Karena mbak penjualnya udah memegang piring, gw pun gak enak untuk membatalkan jadi ya gw beli aja pecel seharga 50 ribu tersebut. Istri gw gak mau. Setelah gw makan gw pun membeli minuman Hop Hop untuk kami berdua. Lumayan pake Debit BCA dapet diskon 15%. Sepertinya karena BCA merupakan salah satu sponsor acara ini, jadi banyak keuntungan-keuntungan yang didapatkan oleh pengguna Debit dan Sakuku BCA dari mulai membeli tiket hingga membeli makanan dan minuman di booth-booth yang tersedia.

Setelah itu kamipun masuk kembali ke area indoor. Di atas panggung, Rama Satria dan DJ Halim Ardie sedang beraksi. Kolaborasi yang unik, menurut gw. Mengingat Rama Satria yang notabene adalah salah seorang gitaris blues kenamaan negeri ini berkolaborasi dengan seorang DJ. Hentakan musik yang mereka hasilkan lumayan bisa membuat badan ini bergoyang, begitu pula saat gw melihat penonton-penonton lainnya. Ada beberapa penonton bule yang turut bergoyang dan menyaksikan kolaborasi ini. 


Rama Satria dan DJ Halim Ardie

Setelah penampilan Rama Satria dan DJ Halim Ardie, penampil selanjutnya adalah para legenda orkes melayu negeri ini, yaitu OM PMR (Orkes Melayu Pancaran Sinar Petromaks). Tampil berenam dengan gaya uniknya masing-masing, OM PMR membuka aksi panggung mereka dengan mengajak penonton menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Gw dan istri kembali mengambil posisi paling depan dekat pagar barikade. Memulai dengan lagu Malam Jumat Kliwon dan Yang Hujan Turun Lagi, OM PMR membuat pecah penonton malam itu. Para penonton bergoyang...bernyanyi bersama.. Banyak yang sampe naik-naik ke punggung temannya sambil bergoyang. Selanjutnya lagu-lagu seperti Tato atau Panu, Individu Merdeka, Terlalu Lama Sendiri, Istilah Cinta, Bintangku Bintangmu membuat penonton semakin liar. OM PMR pun akhirnya menyudahi penampilan mereka dengan lagu Judul-Judulan. Setelah itu mereka pun melakukan standing ovation dan penonton pun berteriak "lagi...lagi.." agar OM PMR menambah setlist lagi. Well, menurut gw inilah show paling pecah dari OM PMR yang pernah gw tonton. 


OM PMR

Akhirnya tibalah saatnya di penghujung acara. NAIF tampil sebagai closing. Penonton masih ramai menunggu aksi dari NAIF. Satu persatu personel NAIF naik ke atas panggung, dimulai dari Pepeng, Emil, Jarwo dan David. NAIF memulai penampilan mereka dengan lagu pembuka yang, baru kali ini gw liat mereka membawakan lagu tersebut sebagai pembuka, yaitu Pujaan Hati. Dilanjutkan dengan Jikalau dan Piknik 72 yang membuat koor massal penonton. Selanjutnya hits-hits seperti Karena Kamu Cuma Satu, Di Mana Aku Di Sini, Buta Hati, Benci Untuk Mencinta, Curi-Curi Pandang, Air dan Api, lalu diakhiri dengan Aku Rela dibawakan dengan sempurna oleh NAIF. Ada satu kejadian yang menarik perhatian gw, saat lagu Benci Untuk Mencinta dibawakan, ada satu orang memakai kaos Crew - Kepencet Music Festival tampak sedang mengambil video aksi panggung NAIF. Gw tadinya gak peduli. Tapi pas Begenk, salah satu Begundals Naif mengampiri dia dan membisikkan sesuatu, sepertinya Begenk menyuruh orang itu untuk menghentikan perbuatannya, gw mencium ada sesuatu yang gak beres. Tampak beberapa Security menghampiri orang itu dan menyuruh dia berhenti. Tapi si oknum itu sepertinya tak menggubris. Gw pun memperhatikan, di depan panggung sebenernya sudah steril, bahkan fotografer pun mengambil foto dari sisi pinggir panggung. Tapi oknum itu sepertinya tambeng. Kembali Begenk menghampiri dia dan lagi-lagi gak digubris sama itu oknum. Sampai akhirnya salah satu panitia cewe menghampiri dia dan sepertinya menyuruh dia berhenti dan keluar dari area steril depan panggung, itu oknum masih tak mau bergeming, lalu dua orang security sepertinya sudah hilang kesabaran dan menggeret oknum itu kesamping. Si oknum sempat bersitegang dengan para Security yang menggeretnya. Gw menyaksikan itu semua karena posisi gw kan tepat di depan pagar barikade. Setelah itu oknum digeret ke sisi pinggir, gw sempat menduga wah kayaknya digebugin tuh oknum. Karena kejadian selanjutnya udah gak terpantau dari pandangan gw, gw pun gak ambil pusing. Kembali gw fokus menyaksikan penampilan NAIF. Setelah NAIF mengakhiri lagu Aku Rela, David pun turun dari panggung dan menyalami satu persatu penonton yang ada di depan panggung. Tampak Security sepertinya kurang nyaman dengan aksi David itu, mungkin mereka sempat bilang ke David agar kembali naik ke panggung. Tapi dari gesture David sepertinya David juga kurang nyaman dengan himbauan itu, dan sepertinya bilang ke para Security agar mereka santai aja, David pun kembali menyalami para penonton. Sampai di depan gw, David pun mengenali gw saat bersalaman dengannya. "Eh elo.." Ujar David sambil tertawa. Gw pun juga tertawa. Istri gw pun juga menyalami David. Hingga akhirnya David pun menghilang ke backstage.

Gw dan istri saat menunggu NAIF tampil

NAIF

Setelah acara usai, di sisi kiri panggung gw sempat ketemu temen-temen NFC yaitu Idrus, Iyunk dan Awal. Oh iya tadi pas NAIF on stage gw juga sempat ketemu Ipung, salah satu dedengkot NFC yang sekarang menjadi salah satu fotografer NAIF. Sempat gw dan istri difoto oleh Ipung dari depan panggung. Gw nanya ke Iyunk gimana tuh tadi si oknum yang digeret oleh Security. Ya katanya si oknum itu masih ngeyel tuh di pinggir. Tapi gak digebugin sih. Tapi terus digeret sampe ke backstage, gak boleh ada di area panggung lagi. Haha.. 



Bersama KawaNAIF : Idrus, Iyunk, Awal

Yah begitulah pengalaman gw nge-gigs di KMF. Overall sih acaranya asik-asik aja. Line-up pengisi acara yang dihadirkan oke-oke. Dari berbagai genre musik dari rap, rock, pop, blues, orkes melayu, techno, dihadirkan di acara KMF ini. Promo diskon 50% untuk pengguna Sakuku BCA-nya oke. Diskon khusus untuk makanan dan minuman di beberapa booth bagi pengguna Debit dan Sakuku BCA-nya oke. Soundnya kurang oke. Dari sejak gw nonton pas Fourtwnty soundnya kresek-kresek dan kurang nyaring. Namun tata lampunya oke. Istri gw dapat beberapa foto bagus berkat bantuan tata lampu yang ok. Evenpun gw yang pake kamera hp pun merasa terbantu saat mengambil beberapa foto dari para penampil. Securitynya agak berlebihan ya. Tapi bagus juga sih, mereka tegas melarang penonton membawa masuk rokok ke ruangan indoor. Jadinya di dalam area indoor yang ber-AC tersebut tidak ada yang merokok. Padahal salah satu sponsor acara adalah dari rokok. Soalnya di beberapa event yang pernah gw hadiri walaupun areanya indoor dan ber-AC, namun karena sponsor utamanya rokok, jadi dibolehin aja gitu beberapa penonton yang merokok di ruangan ber-AC. Mungkin bisa lebih pecah kalo ada MC tapi harus yang gokil MC-nya.

Ya semoga tahun depan bisa ada lagi nih acara Kepencet Music Festival. Dengan menghadirkan line-up yang berkualitas lagi tentunya. Konsep acaranya sih udah ok. Salah satu gigs asoy yang pernah gw datengin, hehe.. Sukses, Kepencet Music Festival!